BENIH KOMODITAS PERKEBUNAN MERUPAKAN KOMPONEN TEKNOLOGI
TIDAK KASAT MATA !
Perkembangan yang luar biasa
terjadi pada industri minyak sawit yang
mengukuhkan sebagai penghasil minyak nabati yang paling efisen dibandingkan
dengan bahan nabati penghasil minyak lainnya seperti kedelai, biji bunga
matahari dan kelapa tidak terlepas dari perkembangan industri benih kelapa
sawit yang secara kontinyu dilakukan perbaikan terus menerus melalui
hibridisasi atau proses perkawinan silang yang dilakukan oleh para breeder pemulia tanaman.
Tanaman kelapa sawit yang kita kenal sekarang ini bukan merupakan
tanaman asli, namun merupakan tanaman yang diintrodusi dari Benua Afrika. Tanaman ini dinegara asalnya tidak berkembang
dengan baik sebagai penghasil minyak nabati dikarenakan problematik cuaca, hal
ini sebaliknya dengan yang terjadi dinegara kita. Tanaman kelapa sawit yang
berasal dari Afrika dikenal sebagai Elais
guinensis sp. Pengembangan awal secara komersial pada tanaman ini dilakukan
dengan cara memilih biji dari tanaman yang komersial yang dianggap memiliki
karakteristik penampakan yang lebih baik. Bahan tanam yang diperoleh dengan
cara demikian disebut sebagai biji sapuan (ilegitim) yang tidak jelas diketahui
identitasnya hasilnyapun relatif sangat rendah baik dari sisi produksi TBS
mapun rendemen minyak yang dihasilkan dari hasil panen tanaman tersebut.
Dalam rangka perbaikan kualitas
mutu bahan tanam (benih) maka dilakukan persilangan yang pada waktu itu masih
mempergunakam persilangan D X D yang diikuti oleh perbaikan materi persilangan
selanjutnya yang mempergunakan T X D dan D X T, dari hasil persilangan tersebut
didapatkan peningkatan rendemen minyak berdasarkan hasil pengujian ditingkat
laboratorium maksimal berkisar 20,1%. Kondisi ini lebih memacu lagi untuk
melakukan perbaikan mutu bahan tanam dengan perkembangan teknologi DXP yang dipergunakan
pada era 1980. Persilangan ini diyakini memiliki tingkat rendemen ( 24% ) yang
tertinggi sehingga dipergunakan sebagai dasar didalam melakukan produksi benih
kelapa sawit.
Berdasarkan kondisi tersebut maka
arah pemulian tanaman diharapkan menghasilkan beberapa keunggulan seperti (1)
Peningkatan rendemen, (2) Pertumbuhan meninggi yang lambat, (3) memiliki Tandan
Buah Segar (TBS) yang lebih berat, (4) Tangkai tandan buah lebih pendek dan (5)
toleran terhadap penyakit.
TEHNOLOGI PRODUKSI
BENIH KELAPA SAWIT
Tanaman kelapa sawit pada
dasarnya termasuk dalam kelompok tanaman berumah satu artinya bunga jantan dan
betina berada dalam satu pohon, sehingga tanaman dapat melakukan penyerbukan
sendiri (selfing), namun untuk memproduksi benih dilakukan dengan tehnik
penyerbukan silang yang dilakukan oleh manusia yang dikenal sebagai perkawinan
silang hibridisasi dan hasilnya
disebut sebagai hibrida.
Perkawinan silang yang dilakukan
dalam memproduksi benih kelapa sawit adalah tetua dura (D) dan pisifera (P)
yang hasilnya dikenal sebagai tenera (DXP). Perkawinan ini dimaksudkan untuk
menggabungkan beberapa karakter unggul yang dimiliki oleh masing-masing tetua
dan mengeliminir sifat negatif dari tetua tersebut.
DURA
-Sh+/Sh+
-Thick shell
-Low oil content
|
TENERA
-Sh+/Sh-
-Medium shell
-High oil content
|
PISIFERA
-Sh-/Sh-
-No shell
-Female steril
|
HINDARI PENGGUNAAN BENIH
PALSU
Benih kelapa sawit palsu pada
dasarnya adalah benih ilegitim yang umumnya tidak dilakukan proses hibridisasi
atau perkawinan buatan dan berasal dari tanaman komersial yang ada di
masyarakat. Penggunaan benih palsu akan
merugikan petani pekebun dikarenakan tingkat produksinya rendah dan rendemen
minyaknya rendah. Perbedaan produksi benih palsu dan asli akan nampak nyata
pada saat tanaman telah menghasilkan lebih dari 5 tahun setelah tanam.
Benih yang berupa bibit siap
tanam sangat sulit dibedakan antara tanaman yang berasal dari proses
hibridisasi dengan tanaman yang berasal dari benih asalan ‘ilegitim’ atau
palsu, guna mencegah kesalahan dimaksud dapat dilakukan dengan mempersyaratkan
label pengujian BP2MB pada setiap batang tanaman yang dibelinya, karena hanya
benih asli dan memenuhi tahapan prosedur pemeriksaan yang dapat diterbitkan labelnya,
disamping itu label dapat dipergunakan sebagai alat tertanggung gugat pada saat
tanaman yang ditanam mengalami penyimpangan.
BetMGM launches sports betting in Michigan and Pennsylvania
BalasHapusMichigan and Pennsylvania sports betting 수원 출장마사지 operators BetMGM and BetMGM will operate at both online sportsbooks 영천 출장샵 and online 충주 출장마사지 casinos 화성 출장샵 in a 안양 출장샵 single